Program “Semesta Ceria” untuk Edukasi Mitigasi Bencana Anak Prasekolah
Anak prasekolah merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap bencana alam karena keterbatasan kognitif dan emosional dalam memahami risiko. Bencana alam sering menimbulkan trauma pada anak usia prasekolah karena keterbatasan kognitif dan emosional dalam memahami risiko. Penelitian menunjukkan bahwa edukasi mitigasi bencana yang bersifat bermain dapat meningkatkan pengetahuan risiko dan mengurangi rasa takut pada anak (Rahman & Suryani, 2021). Namun, sebagian besar program yang ada masih berfokus pada anak sekolah dasar, atau anak Sekolah Menengah Pertama, meninggalkan kelompok prasekolah tanpa intervensi yang sesuai. Program “Semesta Ceria” dirancang sebagai pendekatan berbasis bermain yang mengintegrasikan konsep mitigasi bencana ke dalam kurikulum Taman Kanak-kanak.
Tujuan Program
Program ini memiliki tiga tujuan utama:
1. Meningkatkan pemahaman dasar anak tentang jenis‑jenis bencana (gempa, banjir, kebakaran) dan tanda‑tandanya.
2. Mengembangkan keterampilan coping sederhana, seperti “bernafas dalam-dalam” dan “mencari tempat aman”.
3. Membangun rasa empati dan tanggung jawab sosial melalui aktivitas kelompok.
Desain Program
“Semesta Ceria” mengadopsi kerangka experiential learning (Kolb, 1984) yang menekankan belajar melalui pengalaman langsung. Struktur program terdiri dari empat modul pembelajaran, masing‑masing berlangsung selama 30‑45 menit dan diintegrasikan ke dalam jadwal harian selama satu bulan.
- Modul 1: Mengenal “Semesta” – Anak diajak mengamati gambar langit, awan, dan bumi, sambil mendengarkan cerita tentang “Budi dan Bintang” yang menjelaskan apa itu gempa dan banjir.
- Modul 2: “Aku Si Penyelam” – Melalui permainan peran, anak belajar mengidentifikasi tempat aman di dalam kelas (bawah meja, sudut ruangan).
- Modul 3: “Lagu Keselamatan” – Lagu bergirama sederhana berisi lirik tentang “menutup mulut, menutup hidung, berlari ke tempat aman”.
- Modul 4: “Karya Seni Bencana” – Anak menggambar atau membuat kolage yang menggambarkan bencana dan cara menghadapinya, kemudian mendiskusikannya dalam kelompok.
Setiap modul pembelajaran dilengkapi dengan panduan guru, materi visual, serta lembar observasi untuk menilai partisipasi anak.
Metode Implementasi
Program dilaksanakan oleh guru prasekolah yang telah mengikuti pelatihan selama dua hari. Pelatihan mencakup:
- Pengenalan konsep mitigasi bencana (30 menit).
- Demonstrasi teknik bermain peran dan penggunaan alat peraga (60 menit).
- Simulasi mini‑drill gempa ringan dengan bantuan “karet gelang” untuk menirukan getaran (30 menit).
Guru kemudian mengaplikasikan modul di kelas dengan dukungan mentor dari tim mitigasi bencana daerah.
Program “Semesta Ceria” menggabungkan teori perkembangan anak dengan praktik mitigasi bencana, menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan memberdayakan. Dengan dukungan yang tepat, program ini berpotensi menjadi standar edukasi bencana bagi prasekolah di Indonesia, mengurangi kerentanan anak terhadap bencana, dan menumbuhkan generasi yang lebih resilient.