Perbedaan Paradigma Pada Pendekatan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Paradigma penelitian merupakan kerangka konseptual yang mendasari proses penelitian, termasuk asumsi ontologis, epistemologis, dan metodologis (Guba & Lincoln, 1994). Dalam konteks metodologi penelitian, terdapat dua pendekatan utama yang sering digunakan, yaitu kuantitatif dan kualitatif, yang masing-masing berlandaskan pada paradigma yang berbeda.
Paradigma Positivisme dalam Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif umumnya berlandaskan pada paradigma positivisme yang berasumsi bahwa realitas sosial bersifat objektif dan dapat diukur secara empiris (Comte, 1856). Ontologi positivisme menganggap realitas sebagai entitas yang independen dari peneliti, sehingga memungkinkan pengukuran yang objektif dan generalisasi hasil (Creswell, 2014). Epistemologi positivisme menekankan pentingnya jarak antara peneliti dan objek penelitian untuk menjaga objektivitas (Guba & Lincoln, 1994). Metodologi kuantitatif biasanya menggunakan instrumen terstruktur seperti kuesioner dan analisis statistik untuk menguji hipotesis (Creswell, 2014).
Paradigma Interpretivisme dalam Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif sering kali berlandaskan pada paradigma interpretivisme yang berasumsi bahwa realitas sosial bersifat subjektif dan dikonstruksi oleh individu (Schutz, 1967). Ontologi interpretivisme menganggap realitas sebagai hasil konstruksi sosial, sehingga pemahaman mendalam tentang konteks dan makna subjektif menjadi fokus (Guba & Lincoln, 1994). Epistemologi interpretivisme menekankan interaksi antara peneliti dan partisipan untuk memahami makna yang terkandung dalam pengalaman sosial (Denzin & Lincoln, 2011). Metodologi kualitatif biasanya menggunakan pendekatan seperti wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis tematik untuk mengeksplorasi fenomena sosial (Creswell, 2014).
Perbedaan Utama Antara Paradigma Kuantitatif dan Kualitatif
| Aspek | Kuantitatif (Positivisme | Kualitatif (Interpretivisme) |
| Ontologi | Realitas objektif, tunggal | Realitas subjektif, beragam |
| Epistimologi | Jarak peneliti-objek, objektivitas | Interaksi, peneliti-partisipan, subjektivitas |
| Metodologi | Deduktif, instrumen terstruktur, analisis statistik | Induktif, fleksibel, analisis tematik. |
Implikasi Paradigma dalam Penelitian
Pemilihan paradigma mempengaruhi desain penelitian, metode pengumpulan data, dan analisis hasil. Penelitian kuantitatif cocok untuk menguji teori dan generalisasi, sementara penelitian kualitatif lebih sesuai untuk mengeksplorasi makna dan konteks sosial (Creswell, 2014). Integrasi kedua pendekatan (mixed methods) dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena sosial (Tashakkori & Teddlie, 2010).
Perbedaan paradigma antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif mencerminkan asumsi ontologis, epistemologis, dan metodologis yang berbeda. Memahami perbedaan ini penting untuk memilih pendekatan yang sesuai dengan tujuan penelitian dan sifat fenomena yang diteliti.