Kegiatan "Guided Play" vs "Free Play" di Ruang Kelas PAUD
Dalam pendidikan anak usia dini (PAUD), kegiatan bermain merupakan salah satu metode pembelajaran yang paling efektif. Bermain dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan kognitif mereka. Namun, ada dua jenis kegiatan bermain yang sering digunakan di ruang kelas PAUD, yaitu "guided play" dan "free play". Apa perbedaan antara keduanya?
Guided Play
Guided play adalah kegiatan bermain yang diarahkan oleh guru atau pendidik. Dalam kegiatan ini, guru memberikan arahan dan bimbingan kepada anak-anak untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Guru dapat memberikan pertanyaan, memberikan contoh, dan memberikan umpan balik kepada anak-anak untuk membantu mereka mengembangkan keterampilan mereka.
Contoh kegiatan guided play:
- Guru meminta anak-anak untuk membuat bangunan dengan blok, dan memberikan arahan tentang bagaimana cara membuat bangunan yang stabil.
- Guru meminta anak-anak untuk membuat gambar tentang hewan, dan memberikan contoh tentang bagaimana cara menggambar hewan yang berbeda-beda.
- Guru meminta anak-anak untuk bermain peran sebagai dokter, dan memberikan arahan tentang bagaimana cara memeriksa pasien.
Free Play
Free play adalah kegiatan bermain yang tidak diarahkan oleh guru atau pendidik. Dalam kegiatan ini, anak-anak diberikan kebebasan untuk memilih apa yang mereka ingin lakukan dan bagaimana mereka ingin melakukannya. Anak-anak dapat memilih mainan, teman, dan aktivitas mereka sendiri.
Contoh kegiatan free play:
- Anak-anak dapat memilih untuk bermain dengan blok, puzzle, atau mainan lainnya.
- Anak-anak dapat memilih untuk bermain peran sebagai ibu, ayah, atau dokter.
- Anak-anak dapat memilih untuk membuat gambar atau membuat kerajinan tangan.
Perbedaan antara Guided Play dan Free Play
| Guided Play | Free Play | |
| Arahan | Diarahkan oleh guru | Tidak diarahkan oleh guru |
| Tujuan | Mencapai tujuan pembelajaran tertentu | Tidak ada tujuan pembelajaran tertentu yang ingin dicapai |
| Kebebasan | Anak-anak memiliki kebebasan terbatas | Anak-anak memiliki kebebasan penuh |
| Keterlibatan Guru | Guru terlibat secara aktif | Guru terlibat secara pasif |
Framework Teoritis
Kegiatan guided play dan free play dapat dijelaskan dengan menggunakan teori Vygotsky tentang zona pengembangan proksimal (ZPD). ZPD adalah rentang kemampuan anak-anak yang dapat mereka capai dengan bantuan orang lain. Dalam kegiatan guided play, guru dapat memberikan bantuan dan bimbingan kepada anak-anak untuk membantu mereka mencapai ZPD mereka. Sedangkan dalam kegiatan free play, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan mereka sendiri tanpa bantuan orang lain.
Kelebihan dan Kekurangan
Kegiatan guided play memiliki kelebihan seperti dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan tertentu dan mencapai tujuan pembelajaran. Namun, kegiatan ini juga memiliki kekurangan seperti dapat membatasi kebebasan anak-anak.
Kegiatan free play memiliki kelebihan seperti dapat membantu anak-anak mengembangkan kreativitas dan kemandirian. Namun, kegiatan ini juga memiliki kekurangan seperti dapat membuat anak-anak merasa tidak terarah.
Kegiatan guided play dan free play memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Guru dapat memilih kegiatan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak-anak. Dengan menggunakan teori Vygotsky tentang ZPD, guru dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan mereka dan mencapai tujuan pembelajaran.