S2 Tapi Masih Aktif Berorganisasi? Mahasiswa UNESA Ini Buktiin Bisa!
S2 Tapi Masih Aktif Berorganisasi? Mahasiswa UNESA Ini Buktiin Bisa!
Banyak yang beranggapan bahwa mahasiswa program magister (S2) hanya berfokus pada penelitian dan perkuliahan tanpa waktu untuk berorganisasi. Namun, pandangan itu berhasil ditepis oleh Izza Ikromatus Sa’adah, mahasiswa S2 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA).
Di tengah kesibukan studi pascasarjana, Izza tetap aktif berorganisasi dan bahkan menjadi perwakilan UNESA dalam kegiatan nasional bertajuk “Penguatan Kapasitas Moderasi Beragama dan Bela Negara di Perguruan Tinggi Umum”yang diselenggarakan di Mercure Convention Ancol Jakarta, oleh Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PMMBN) organisasi di bawah naungan Kemenag RI dan Kemenhan RI.
Tidak hanya berpartisipasi, Izza juga dipercaya menjadi moderator diskusi panel nasional yang menghadirkan Kepala Bidang Moderasi Beragama Kemenag RI (Prof. Dr. M. Ali Ramdhani) dan Dirjen Direktorat Potensi Pertahanan (Pothan) Kemenhan RI (Kolonel Inf.Adang Suherlan). Dalam forum bergengsi yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai kampus se-Indonesia, Izza menunjukkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan yang luar biasa.
Menurut Izza, menjalani studi S2 bukan alasan untuk berhenti berkontribusi. Justru dengan berorganisasi, ia merasa lebih siap menghadapi dunia profesional. “Menempuh S2 tidak berarti berhenti aktif. Organisasi mengajarkan saya kepemimpinan, empati, dan komunikasi lintas bidang juga hal yang penting juga bagi calon pendidik,”ujarnya.
Pihak kampus turut menyampaikan kebanggaannya. Kehadiran mahasiswa S2 UNESA dalam kegiatan nasional menunjukkan bahwa semangat berorganisasi tidak mengenal jenjang pendidikan. Baik di tingkat sarjana maupun pascasarjana, mahasiswa tetap memiliki ruang untuk berkembang, mengasah karakter, dan menebar manfaat bagi masyarakat.
Melalui kiprah Izza, UNESA membuktikan bahwa mahasiswa pascasarjana tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga bisa aktif dalam forum kebangsaan dan menjadi teladan bagi generasi muda.
Jadi, S2 tapi masih ikut organisasi? Bisa banget! Karena belajar kepemimpinan dan cinta tanah air tidak berhenti di ruang kuliah.