Pendidikan Anak Usia Dini Mulai Kenalkan Konsep Coding dan Kecerdasan Artifisial
Inovasi dalam dunia pendidikan anak usia dini (PAUD) terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Saat ini, sejumlah lembaga PAUD mulai memperkenalkan konsep dasar coding (pemrograman) dan kecerdasan artifisial (AI) kepada anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan, sederhana, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Meskipun istilah coding dan AI terkesan rumit, namun dalam praktiknya, pembelajaran untuk anak usia dini difokuskan pada pengenalan pola berpikir logis, pemecahan masalah, pengurutan langkah, serta keterampilan observasi dan eksplorasi. Kegiatan dilakukan melalui permainan interaktif, penggunaan kartu bergambar, robot mainan edukatif, hingga aplikasi digital yang dirancang khusus untuk anak-anak.
Sementara itu, kecerdasan artifisial diperkenalkan secara tidak langsung melalui penggunaan alat atau media pembelajaran berbasis teknologi, seperti asisten pintar, aplikasi bercerita interaktif, hingga robot edukatif yang merespons suara atau gerakan. Anak-anak diajak untuk mengenali bahwa teknologi dapat ‘berpikir’ dan merespons, namun tetap diajarkan untuk memahami peran manusia di balik teknologi tersebut.
Pendekatan ini sejalan dengan penguatan kompetensi abad ke-21, seperti computational thinking, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Selain itu, pengenalan teknologi sejak dini diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu anak terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi secara lebih luas.
Para ahli menyarankan agar penggunaan teknologi dalam pembelajaran tetap didampingi orang dewasa dan mempertimbangkan aspek perkembangan anak. Tujuannya adalah agar teknologi menjadi sarana edukatif yang mendukung proses bermain dan belajar secara sehat dan bermakna.
Dengan pendekatan yang tepat, pengenalan coding dan AI di jenjang PAUD menjadi langkah awal yang strategis untuk membekali generasi muda menghadapi tantangan masa depan tanpa mengabaikan esensi bermain dalam dunia anak-anak.