Melangkah Menuju Pendidikan yang Lebih Tinggi
Kisah Inspiratif Alumni S2 PAUD Universitas Negeri
Surabaya
“Melangkah menuju pendidikan yang lebih tinggi bukan
hanya tentang meraih gelar, tapi tentang menumbuhkan jiwa pembelajar yang tak
pernah berhenti bertumbuh.”
— Eny Isnariyati, M.Pd.
Dari
Langkah Kecil Menjadi Gerak Besar
Setiap langkah besar
selalu dimulai dari keyakinan yang sederhana. Begitu pula perjalanan saya saat
ini, sebagai alumni Magister Pendidikan
Anak Usia Dini (S2 PAUD) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), saya menamai
perjalanannya dengan kalimat sederhana namun penuh makna: 'Melangkah Menuju
Pendidikan yang Lebih Tinggi.'
Bagi Saya, menempuh studi pascasarjana bukan sekadar memperdalam ilmu,
tetapi juga cara untuk memahami diri saya sebagai pendidik dan manusia. saya
percaya, pendidikan sejati tidak berhenti pada ruang kelas hidup dalam cara kita berpikir, berinteraksi,
dan berkontribusi bagi orang lain.
Belajar
Filosofi Pendidikan dari Anak
Selama menempuh
pendidikan di Program Magister PAUD Unesa, saya menemukan bahwa filsafat bukan
hanya untuk orang dewasa. Justru, anak-anaklah yang menjadi cermin alami dari
keingintahuan dan daya pikir filosofis.
“Setiap pertanyaan sederhana anak ‘Mengapa hujan turun?’ atau ‘Kenapa kita
harus berbagi?’adalah bentuk awal dari pemikiran kritis dan reflektif,”
jelasnya. “Sebagai guru, tugas kita bukan menjawab semua pertanyaan, tapi
menemani mereka menemukan makna.”
Dari para dosen di Unesa, saya belajar tentang pentingnya komunitas inquiry,
metode yang mengajak anak untuk berdialog, merenung, dan membangun pemahaman
secara bersama. Pendekatan ini menjadi pondasi bagi pendidikan anak usia dini
yang lebih manusiawi dan penuh empati.
Menemukan
Makna di Balik Perjuangan
Tak jarang perjalanan
akademik diwarnai tantangan: tugas kuliah yang padat, riset yang menuntut
ketelitian, dan keseimbangan antara peran sebagai mahasiswa, pendidik,
sekaligus anggota keluarga. Namun bagi saya, semua itu adalah bagian dari
proses pembentukan karakter baik .
“Menempuh pendidikan tinggi bukan soal seberapa cepat kita sampai, tapi
seberapa banyak kita belajar dari prosesnya,” ungkapnya. “Di Unesa, saya
belajar menghargai waktu, menghormati perbedaan, dan menemukan kekuatan dalam
kolaborasi.”
Melalui penelitian dan pengalaman belajar, saya yakin bahwa pendidikan anak
usia dini adalah pondasi dari peradaban bangsa. Di tangan guru-guru PAUD-lah,
nilai kemanusiaan pertama kali ditanamkan tentang cinta kasih, kejujuran,
tanggung jawab, dan rasa ingin tahu.
Dari
Kampus ke Dunia Nyata
Setelah menyelesaikan
studi di Unesa, saya terus melanjutkan kiprah di bidang Pendidikan yaitu dengan
mengembangkan metode pembelajaran yang berakar pada pendekatan Philosophy for
Children (P4C) dan integrasi play-based learning.
Bagi saya, pendidikan bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa. “Saya
ingin setiap anak merasa bahwa belajar itu menyenangkan, bahwa berpikir itu
indah, dan bahwa setiap pertanyaan mereka berharga,” katanya.
Saat ini saya aktif membagikan pengalaman dan gagasan melalui pelatihan guru
serta kegiatan komunitas pendidikan. Ia juga mendorong rekan-rekan pendidik
untuk terus belajar dan memperluas wawasan karena dunia anak selalu berkembang,
dan guru harus tumbuh bersama mereka.
Semangat
yang Tak Pernah Padam
Bagi Saya, perjalanan
di Unesa bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah-langkah baru. Ia berharap
semangat 'melangkah menuju pendidikan yang lebih tinggi' terus menginspirasi
generasi pendidik berikutnya.
“Ilmu yang kita pelajari di bangku kuliah hanya akan berarti ketika kita
menghidupkannya dalam tindakan. Saya ingin terus belajar, bukan karena tuntutan
profesi, tapi karena saya ingin terus menjadi manusia yang berpikir dan
peduli,” pungkasnya dengan senyum penuh keyakinan.
Tentang
Alumni
Eny Isnariyati, M.Pd.
adalah lulusan Program Magister Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas
Negeri Surabaya (Unesa). Saat ini saya aktif sebagai pendidik dan fasilitator
pelatihan guru PAUD dengan fokus pada pendekatan inquiry dialogue dan
pendidikan karakter anak usia dini dan menempuh S3 PAUD Unesa.
Visi pendidikannya sederhana namun kuat: 'Setiap anak adalah pemikir kecil,
dan tugas guru adalah menuntun mereka berpikir besar.'