Hari-Hari Saya: Antara TK, Koperasi, dan Kuliah
Kalau ditanya bagaimana rasanya menjalani banyak peran sekaligus, jawabannya: penuh warna dan selalu ada kejutan baru setiap hari.
Pagi saya dimulai di TK Islam Platinum, Mojokerto. Sebagai kepala sekolah, tugas pertama adalah memastikan semua siap menyambut anak-anak. Tapi saya nggak cuma di ruangan saja, saya juga mengajar kelompok B, berhadapan langsung dengan anak-anak usia 5-6 tahun yang energinya luar biasa. Mengajar mereka itu seperti petualangan baru tiap hari. Kadang justru saya yang belajar dari mereka tentang kejujuran dan cara melihat dunia dengan sederhana.
Setelah anak-anak pulang, saya berganti peran jadi operator Dapodik. Berhadapan dengan data, sistem yang kadang error, dan deadline pelaporan. Butuh kesabaran ekstra, tapi data yang rapi ini penting untuk sekolah. Jadi mau nggak mau harus teliti meskipun mata sudah lelah menatap layar.
Beberapa kali seminggu, saya mengurus KSU Permata Sejahtera, koperasi untuk kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan. Di sini saya belajar soal pembukuan, simpan pinjam, sampai rencana usaha. Kadang lucu juga, yang biasa ngajarin anak-anak menyanyi tiba-tiba harus menghitung bunga pinjaman.
Yang paling menantang adalah kuliah S2 PAUD di UNESA. Kuliah akhir pekan, tapi tugasnya setiap hari—baca jurnal, menulis paper, diskusi. Awalnya overwhelmed, tapi lama-lama sadar bahwa kuliah ini melengkapi praktik di lapangan. Teori yang dipelajari bisa langsung dicoba di sekolah.
Hidup dengan banyak peran ini mengajarkan tentang manajemen waktu dan prioritas. Tidak selalu mudah, kadang lelah. Tapi setiap kali melihat perkembangan anak-anak, merasa berguna. Masih bermanfaat juga untuk rekan-rekan di koperasi, atau berhasil menyelesaikan tugas kuliah, semua lelah terbayar. Saya bersyukur bisa berkontribusi untuk pendidikan anak usia dini dari berbagai sisi.