Bedah Tuntas Brain Dysfunction! Mahasiswa S2 PAUD UNESA Mengajar Mata Kuliah Neuroscience
Semangat akademik membara di lingkungan Program Studi (Prodi) S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Hal ini ditunjukkan oleh salah satu mahasiswa Program Magister (S2) PAUD UNESA, Aisya Mashadi, S.Pd., yang berkesempatan menjajal peran sebagai dosen dalam kegiatan magang di kampus, sebuah inisiatif untuk memperkuat kompetensi lulusan pascasarjana.
Pada hari Selasa, 14 Oktober 2025, kuliah yang penuh wawasan tersebut diampu oleh Aisya dengan membawakan mata kuliah krusial, Neuroscience, kepada mahasiswa S1 PG-PAUD angkatan 2025. Materi yang dibahas fokus pada topik "Brain Dysfunction".
Mendalami Brain Dysfunction untuk Pendidikan Anak Usia Dini
Materi Brain Dysfunction (Disfungsi Otak) merupakan topik vital yang wajib dipahami oleh calon pendidik PAUD. Dalam konteks ini, Brain Dysfunction merujuk pada gangguan pada fungsi otak yang dapat mempengaruhi proses belajar, perilaku, kognisi, dan emosi anak, meskipun struktur otak terlihat normal. Pemahaman mendalam tentang disfungsi otak, seperti yang terkait dengan ADHD, disleksia, atau gangguan pemrosesan sensorik, memungkinkan pendidik untuk:
Mengidentifikasi tanda-tanda awal kesulitan belajar.
Menyusun intervensi yang tepat dan personal (diferensiasi).
Menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan inklusif bagi semua anak.
Interaksi Aktif dan Antusiasme Mahasiswa
Meskipun ini merupakan pengalaman pertama bagi Aisya untuk berdiri di hadapan kelas S1 sebagai dosen, jalannya perkuliahan berlangsung sangat dinamis dan memuaskan. Mahasiswa S1 PG-PAUD angkatan 2025 menunjukkan antusiasme dan keaktifan yang luar biasa dalam mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan teori hingga diskusi studi kasus.
"Rasanya bangga sekaligus tertantang bisa berbagi ilmu dengan adik-adik mahasiswa S1. Topik Neuroscience, khususnya Brain Dysfunction, memang kompleks, tetapi semangat mereka untuk bertanya dan mengaitkannya dengan praktik di PAUD sangat mengesankan," tutur Aisya. "Pengalaman mengajar ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana merancang pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif, khususnya di bidang pendidikan anak usia dini."
Wujud Nyata Penguatan Kompetensi Magister UNESA
Kegiatan magang mengajar di kampus ini merupakan bagian integral dari kurikulum S2 PAUD UNESA untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul sebagai peneliti, tetapi juga kompeten sebagai tenaga pendidik dan akademisi. Dengan praktik langsung mengajar di Prodi S1, mahasiswa S2 mendapatkan kesempatan emas untuk mengasah kemampuan presentasi, manajemen kelas, penyampaian materi ilmiah yang aplikatif, dan kemampuan menjalin interaksi edukatif.
Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika FIP UNESA, khususnya Prodi S2 PAUD, untuk terus menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menjadi pionir dalam kemajuan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia.