Antara Hiburan dan Ancaman: TikTok dalam kehidupan Anak
Di zaman digital sekarang, TikTok telah menjadi salah satu platform media sosial terpopuler, tidak hanya di antara remaja dan orang dewasa, tetapi juga di kalangan anak-anak pra-sekolah. Aplikasi yang didasarkan pada video singkat ini menyajikan beragam konten yang menarik dan menghibur, yang sering kali membuat anak-anak betah berlama-lama menonton. Akan tetapi, timbul pertanyaan krusial: apakah fenomena ini hanya sebatas hiburan, ataukah terdapat efek yang harus diperhatikan terhadap pertumbuhan anak?
Studi oleh Rahmadani (2022) menunjukkan bahwa pemanfaatan Tik Tok dapat mempengaruhi kemajuan sosial emosional anak usia dini. Anak-anak yang sering melihat TikTok sering kali lebih mementingkan diri sendiri dan kurang peka terhadap perasaan orang lain. Contohnya, mereka merasa frustasi saat tidak bisa mengakses aplikasi itu akibat keterbatasan kuota internet (Rahmadani, 2022).
Selain itu, penelitian oleh Sintia dan Hartati (2020) mengungkapkan bahwa meskipun TikTok dapat memberikan edukasi seperti belajar doa, sholawat, berhitung, dan membaca, penggunaan yang berlebihan dapat mengganggu perilaku sosial anak. Anak-anak menjadi lupa waktu, enggan bermain dengan teman sebaya, dan kurang responsif saat dipanggil (Sintia & Hartati, 2020).
Dampak negatif lain juga diungkapkan dalam penelitian oleh Uhriyah dan Dheasari (2021), yang menyebutkan bahwa anak-anak berusia 5–6 tahun yang sering menonton TikTok dapat meniru perilaku yang bertentangan dengan nilai moral dan agama, seperti memakai bahasa kasar dan melakukan tindakan yang tidak layak (Uhriyah & Dheasari, 2021).
Akan tetapi, tidak semua efek dari penggunaan TikTok memiliki konotasi buruk. Pratiwi et al. (2022) mengungkapkan bahwa anak-anak berusia 5–6 tahun yang menonton konten seperti mukbang, kartun, dan tata rias dapat mengembangkan kreativitas serta kemampuan mengedit video mereka (Pratiwi dkk., 2022).
Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua dan pendidik untuk menyadari bahwa TikTok dapat berdampak pada perkembangan anak baik secara positif maupun negatif. Pengawasan yang baik serta pemilihan konten yang sesuai dengan usia dapat membantu meningkatkan keuntungan dan mengurangi risiko yang muncul.
Dampak TikTok terhadap Perkembangan Anak Usia Dini
Pemanfaatan TikTok di antara anak-anak usia dini memberi pengaruh yang besar terhadap perkembangan mereka. Studi oleh Oktasari, Imran, dan Sari (2022) mengindikasikan bahwa pemanfaatan Tik Tok dapat berdampak pada perkembangan sosial emosional anak, seperti berkurangnya interaksi dengan teman sebaya dan meningkatnya perilaku egois. Anak-anak yang rutin menggunakan TikTok cenderung lebih suka bermain dengan gadget dibandingkan berinteraksi secara langsung dengan temannya, yang bisa menghambat perkembangan keterampilan sosial mereka.
Selain itu, studi yang dilakukan oleh Uhriyah dan Dheasari (2021) menunjukkan bahwa anak-anak berusia 5–6 tahun yang sering mengakses TikTok cenderung meniru perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama, seperti berbicara kasar dan melakukan tindakan yang tidak senonoh. Hal ini mengindikasikan bahwa konten yang tidak tepat dapat berdampak buruk pada perkembangan moral anak.
Namun, tidak semua efek penggunaan TikTok adalah negatif. Sintia dan Hartati (2020) mengemukakan bahwa anak-anak dapat mendapatkan pendidikan melalui materi seperti belajar doa, sholawat, menghitung, dan membaca. Materi-materi edukatif ini bisa mendukung anak-anak dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka.
Selain itu, Pratiwi dkk. (2022) menunjukkan bahwa anak-anak usia 5–6 tahun yang menonton konten seperti mukbang, kartun, dan make up dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan mengedit video mereka. Konten-konten ini dapat merangsang imajinasi anak dan membantu mereka dalam mengembangkan kreativitas.
Dengan demikian, pemakaian TikTok oleh anak-anak usia dini memiliki efek yang rumit. Dampak baik dan buruk bisa muncul tergantung pada jenis konten yang diakses serta frekuensi anak dalam menggunakan aplikasi itu. Oleh sebab itu, sangat penting bagi orang tua dan pengajar untuk mengawasi serta membimbing anak-anak saat menggunakan TikTok agar dapat memaksimalkan keuntungan dan mengurangi risiko yang mungkin muncul.
Peran Orang Tua dan Guru PAUD dalam Menghadapi Fenomena TikTok pada Anak
Dalam menghadapi pesatnya evolusi media digital seperti TikTok, orang tua dan pendidik PAUD memainkan peranan yang sangat vital. Anak-anak di usia dini berada pada fase perkembangan yang sangat sensitif terhadap rangsangan dari luar, termasuk media sosial. Tanpa pengawasan dan bimbingan yang tepat, anak dapat terpapar konten yang tidak sesuai untuk usianya, atau bahkan meniru perilaku yang berpotensi merugikan perkembangan sosial, emosional, dan moral mereka.
1. Orang Tua sebagai Panduan dan Teman Digital
a. Mengawasi dan Mengatur Akses
Orang tua harus secara proaktif memahami apa yang dilihat dan ditirukan anak di TikTok. Manfaatkan akun bersama (family account) atau aktifkan fitur kontrol orang tua supaya konten yang tampil sesuai dengan usia anak.
b. Membatasi Penggunaan Layar
Anak-anak kecil dianjurkan untuk tidak menjalani aktivitas hiburan dengan layar lebih dari 1 jam sehari (WHO, 2019). TikTok dapat menjadi sumber hiburan, tetapi harus diimbangi dengan kegiatan lain yang lebih aktif baik secara fisik maupun sosial.
c. Bersama Anak Berbicara
Daripada melarang sepenuhnya, lebih baik menciptakan komunikasi. Ajukan pertanyaan tentang apa yang mereka lihat, siapa yang menjadi panutan mereka, dan alasan di balik ketertarikan mereka terhadap video tersebut. Ini melatih anak untuk berpikir kritis dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menilai sesuatu.
d. Menjadi Contoh dalam Pemanfaatan Teknologi
Anak biasanya mencontoh perilaku yang dilakukan orang tuanya. Jika orang tua terlalu sering menggunakan ponsel, anak akan menganggapnya sebagai hal yang biasa. Orangtua harus membuktikan bahwa gadget hanya alat bantu, bukan fokus utama hidup.
2. Guru PAUD sebagai Fasilitator Literasi Digital Dini
a. Media Pendidikan untuk Anak dan Orang Tua
Melalui cerita animasi, diskusi kelompok, atau permainan peran, pengajar dapat mengajarkan anak-anak tentang konten digital – baik dan buruk.
Pengajar juga dapat mengadakan sesi parenting ringan tentang dampak positif dan negatif dari TikTok serta penggunaan yang bertanggung jawab.
b. Menyalurkan Kreativitas Anak ke Aktivitas Nyata
Daripada hanya menari di depan kamera, guru bisa mengarahkan minat anak pada kegiatan seperti:
Menari bersama di kelas
Mewarnai ekspresi wajah
Bercerita di depan kelas
Bermain drama mini
Ini menjadi saluran aman bagi anak untuk mengekspresikan diri tanpa perlu tampil di dunia maya.
c. Bekerja Sama dengan Orang Tua
Kontak antara guru dan orang tua sangat penting, sehingga pengawasan penggunaan media anak tidak berhenti di rumah tetapi juga didukung dari sekolah. Guru dapat berbagi pengamatan mereka tentang perubahan perilaku anak-anak yang diyakini disebabkan oleh media sosial.
Anak-anak memang perlu menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari mereka, dan pengawas harus menghilangkan anggapan bahwa itu dapat membahayakan kesejahteraan anak-anak. Dunia TikTok tidak boleh dianggap sebagai musuh perkembangan yang sepenuhnya; namun, itu membutuhkan bimbingan yang hati-hati untuk dinavigasi karena itu bukan taman bermain yang sepenuhnya aman. Di usia dini ini, seorang anak tidak memiliki kemampuan untuk menyaring informasi yang disajikan kepada mereka secara komprehensif.
Daftar Referensi
Rahmadani, A. (2022). Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini melalui Aplikasi TikTok. Jurnal Pendidikan Tambusai. Link
Sintia, A., & Hartati, S. (2020). Dampak Media Sosial TikTok Terhadap Perilaku Sosial Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Tambusai. Link
Uhriyah, S., & Dheasari, A. E. (2021). Pengaruh Aplikasi TikTok Terhadap Perkembangan Moral Anak Usia 5-6 Tahun. Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak. Link
Pratiwi, W., Rosidah, L., & Maryani, K. (2022). Penggunaan Aplikasi TikTok pada Anak Usia
5-6 Tahun di Desa Banjarnegara Kecamatan Pulosari Kabupaten Pandeglang. Jurnal Pendidikan Anak. Link
Oktasari, S., Imran, R. F., & Sari, R. P. (2022). Dampak Penggunaan Media Sosial Tik-Tok terhadap Perkembangan Sosial Emosional pada Anak Usia Dini di TK Aisyiyah XI. Journal of Education Research. Link
Uhriyah, S., & Dheasari, A. E. (2021). Pengaruh Aplikasi TikTok Terhadap Perkembangan Moral Anak Usia 5-6 Tahun. Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak. Link
Sintia, A., & Hartati, S. (2020). Dampak Media Sosial TikTok Terhadap Perilaku Sosial Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Tambusai. Link
Pratiwi, W., Rosidah, L., & Maryani, K. (2022). Penggunaan Aplikasi TikTok pada Anak Usia 5-6 Tahun di Desa Banjarnegara Kecamatan Pulosari Kabupaten Pandeglang. Jurnal Pendidikan Anak. Link
World Health Organization (2019). Guidelines on Physical Activity, Sedentary Behaviour and Sleep for Children under 5 Years of Age. Trilling, D., & Jonkman, M. (2022). Children and Media: Guidance for Parents. EU Kids Online Report