Anak Belajar dari Sekitarnya! Begini Pandangan Vygotsky tentang Perkembangan Anak
Setiap anak merupakan individu yang aktif dalam belajar dan mengenal lingkungan sekitarnya. Seorang psikolog yang dikenal dengan teori sosiokultural, yaitu Lev Vygotsky memberikan pandangan bahwa perkembangan anak tidak terjadi secara mandiri. Melainkan dibentuk melalui interaksi sosial yang terjadi setiap hari. Ketika anak berbicara, bermain, dan berinteraksi dengan orang dewasa maupun orang disekitarnya, anak sedang membangun kemampuan berpikir berdasarkan pengalaman dan bimbingan yang diterima dari orang lain. Dengan dukungan yang tepat, potensi anak bisa berkembang lebih cepat dan optimal.
Salah satu konsep utama dari teori Vygotsky adalah Zone of Proximal Development (ZPD). ZPD menjelaskan jarak antara kemampuan anak dalam menyelesaikan tugas secara mandiri dengan kemampuan anak yang dipengaruhi oleh dukungan dan arahan dari orang berpengalaman. Dalam hal ini, peran orang tua, guru dan teman sebaya menjadi sangat penting karena mereka memberikan dukungan (scaffolding) untuk membantu anak dalam mencapai tingkat kemampuan yang lebih tinggi. Sehingga pembelajaran anak tidak lagi dipandang sebagai proses satu arah. Melainkan hasil dari kolaborasi sosial yang bermakna.
Dengan memahami teori Vygotsky, para pendidik dan orang tua dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dengan cara membangun lingkungan yang memberikan stimulasi rasa ingin tahu anak, memberikan kesempatan anak untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya, dan memberikan bimbingan sesuai tahap perkembangannya. Dari dukungan sosial yang tepat, dapat membantu anak dalam mengembangkan potensi kognitif dan sosial secara optimal. Sehingga anak dapat tumbuh menjadi individu yang kreatif, mandiri dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Vina Salsabilah Himawati